Ngusaba Kedasa di Besakih

AMLAPURA, BALIPOST.com-Puncak karya Ngusaba Kedasa atau Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Besakih, Karangasem dilaksanakan, Senin (14/4) bertepatan dengan Purnama Kedasa. Prosesi puncakkarya rencananya di-puput sejumlah sulinggih yang akan mapuja di Balai Gajah atau di Ayun Dewa.

balipost_pemedek-2

Selain itu, dua sulinggih juga muput di paselang. Sementara, sudah rutin pada saat pujawali termasuk saat puncak IBTK, berbagai sekaa kesenian ngaturang ayah menari tari wali seperti rejang dewa, topeng sidakarya dan wayang lemah diiringi gong dan selonding.

Usai punck karya, Ida Batara kaaturan malinggih atau nyejer di pesamuan selama 21 hari. Pratima Ida Batara baru kaaturan masineb Senin (5/5) sore. Sementara, di Pura Pasar Agung, Sebudi, Selat juga berlangsung karya Ida Batara Turun Kabeh.

Prawartaka karya yang juga Klian Desa Pakraman Besakih Wayan Gunatra mengatakan, agar tidak mengurangi sradha bakti para pamedek diharapkan mengikuti arahan panitia. Misalnya, soal mencari tempat parkir. Jika  petugas pengatur lalu lintas dan petugas parkir mengatakan, areal parker di bagian atas sudah penuh, hendaknya jangan memaksa masuk. Dengan begitu, diharapkan kemacetan saat puncak membludaknya pamedek tidak sampai menyebabkan kemacetan yang parah.(budana/balipost)

Sanur Village Festival

It has been ten years the concept of The New Spirit of Heritage becomes a benchmarking of our journey in building up the reputation as one of the best festival ever in Bali. This year taking the moment of 10thcelebration of the festive, “Dasa Warsa” is chosen to be the sub themed of the 10th Sanur Village Festival 2015 and reflecting Sanur as a destination with its nature symbol of the new days began and celebrated by the dynamics creativity of Sanur community.

images

Taking place at the Inna Grand Bali Beach, Maisonette area of Segara Ayu Beach for five days from 26th – 30th August 2015, Sanur will again proudly present the 10th Sanur Village Festival 2015. Various programs such as Bazar & Food Festival, Fashion Show, Sanur Kreatif Expo, Sanur Village Cycling tour, Culinary Challenge, Yoga performance, Sanur Golf Tournament, Environmental care program as well as the traditional fishing tournament. The international kite festival, jukung festival and Sanur Run would definitely sensate the spectators with their breathtaking race.

Continuing the last year launching of the destination tag line, we would also like to distribute the message that the branding Morning of The World will be a reminder of Sanur being a major brand of tourism in Bali.

Last but not the least, we cordially invite everyone to come and enjoy the five days full of fun activities celebration of 10th Sanur Village Festival 2015 and also thank everyone whose hard work and involvement as well as assistance and participation had ensured the successfulness of our Sanur Village Festival.

Sincerely,

I.B Gede Sidharta Putra, MBA

Chairman of Sanur Village Festival

Kintamani Festival

Kintamani Festival

Untuk meningkatkan kunjungan pelancong di destinasi objek wisata di Kintamani, Pemkab Bangli menggelar Festival Kintamani, Jumat (13/11) pagi. 

Kisah ‘Kang Ching Wie’ Jadi Icon
festival-kintamani-dimeriahkan-pawai-budaya-800-2015-11-14-090948_0
BANGLI, NusaBali
Festival yang mengangkat tema ‘Menggali Keragaman Budaya (Culture Diversity) dan Keragaman Hayati (Bio Diversity) untuk keberlangsungan Batur Global Geopark’ itu dimeriahkan dengan aneka pawai pertunjukan budaya lokal. Dimana, salah satu pementasan yang menjadi ikon, dalam acara tersebut yakni tarian ‘Kang Ching Wie’.
Festival yang dipusatkan di Museum Gunung Api Batur, Jumat (13/11), sekitar pukul 10.00-13.00 Wita, dibuka langsung oleh Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI, Sri Rahayu, serta didampingi Penjabat Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra Putra, seluruh SKPD, serta ratusan masyarakat setempat. Dalam acara yang berlangsung hingga Minggu (15/11) nanti, ditampilkan aneka pawai pertunjukan dan pameran dari hasil bumi yang terdapat di Kintamani.
Menariknya, sejumlah seniman tari, nampak dengan kebolehannya memerankan kisah ‘Kang Ching Wie’. Bahkan, mulai dari tarian sambutan, hingga festival berlangsung didominasi oleh tarian kreasi yang mengisahkan keberadaan kerajaan Balingkang itu. Dalam tarian tersebut, dikisahkan di kerajaan Balingkang yang saat itu dipimpin oleh Raja Jaya Pangus, dengan permaisurinya putri dari Negeri China, yakni Kang Ching Wie. Meskipun mereka adalah pasangan yang serasi, namun tak kunjung dikarunia keturunan. Hingga akhirnya Jaya Pangus berkeinginan melakukan tapa brata untuk memohon keturunan, namun setelah tiba di Desa Batur. Sang raja bertemu dan jatuh cinta dengan Dewi Danu.
Namun, disaat mereka memadu kasih datanglah Kang Ching Wie. Sehingga terjadi perselisihan, hingga akhrinya Dewi Batur turun dan mengutuk Jaya Pangus dan Kang Ching Wie menjadi arca Barong Landung. Sehingga kisah tersebut sangat sarat dengan keberadaan Geopark Batur tersebut.
Penjabat Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra Putra, menyampaikan kalau kegitan Festival Kintamani ini, merupakan kelanjutan dari Festival Danau Batur yang pada tahun sebelumnya sudah berjalan dengan sukses. “Kita berharap melalui kegiatan ini, mampu mengembalikan citra baik pariwisata Kintamani, disamping juga merupakan ajang untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Bangli, khususnya destinasi yang ada di Kintamani dengan Geopark Batur sebagai tujuan wisata unggulan,” ujarnya.
Untuk itu, diharapkan pada seluruh stake holder pariwisata dalam hal ini, Asita Bali, HPI, PHRI serta semua pihak yang bergerak di bidang pariwisata untuk ikut membantu memajukan wisata di Bangli, dengan mendatangkan wisatawan. “Mari kita saling bahu-membahu agar pariwisata di Bangli lebih bangkit lagi,” harapnya.
Bupati Gede Mahendra juga menyinggung, tentang pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), di era globalisasi dan persaingan yang begitu ketat. Terlebih kualitas SDM sangat menentukan dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) di tahun 2015 ini. “Maka, kita harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk unggulan seperti yang kita pajang pada UKM dan Industri kali ini,” terangnya, seraya mengatakan Festival Kintamani ini, juga menampilkan pawai budaya yang ada di kawasan Kintamani dan salah satu ikonnya, adalah tarian Kang Ching Wie.
Sedangkan, Staf Ahli Kementrian Pariwisata RI, Sri Rahayu, menyampaikan kalau berdasarkan data yang ada, antara tahun 2013-2014 terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Bangli. Meskipun belum cukup besar, yakni sebesar 4 persen. Pada tahun 2013 total kunjungannya mencapai 613.637, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 647.607. “Mudah-mudahan dengan adanya Festival Kintamani ini, diharapkan dapat memperkenalkan destinasi alam Kintamani, sehingga ada peningkatan kunjungan,” harapnya. Dia mengimbau dalam hal ini, pemerintah daerah juga harus tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sementara di hari yang sama, Disbudpar Bangli, juga menggelar deklarasi Forum Tata Kelola Priwisata Batur Global Geopark (FTKP BG2), yang diketuai langsung oleh Sekkab Bangli, Ida Bagus Giri Putra dan di dalam kepengurusan juga tergabung, 15 Desa yang berada di kawasan Geopark Batur tersebut. Hal itu mencari solusi untuk mengembangan dan melestarikan warisan tersebut.